Jumat, September 26, 2008

Ramadhan Pre Wedding Project

Ramadhan adalah bulan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri pada sang PENCIPTA. Tapi bagi fotografer dan videografer adalah bulan yang sepi dari order, karena yang pasti jarang ada manten di bulan puasa...Tapi namanya rejeki dari Yang Diatas, kok ada teman yang minta dibikinkan Photo Pre Wedding Buat Adiknya yang mau Nikah habis lebaran....Ya..walaupun low budget,gak masalah...Itung itung mengisi waktu sekalian ngabuburit nunggu bedug maghrib.
Crew yang terlibat :
Director&fotografer :

Photografer

Editor&fotografer

Ini dia beberapa hasil fotonya





Jangan Bingung Memilih ketika akan membeli kamera digital......pelajari dulu (..dari berbagai sumber)

Kamera digital menjadi barang umum mengikuti penurunan harga jualnya. Salah satu penggerak dibalik penurunan harga adalah dengan diperkenalkannya sensor CMOS. Sensor CMOS sangat jauh lebih murah untuk dirakit dibandingkan sensor CCD. Kedua sensor CCD (charge-coupled device) dan CMOS (complimentary metal-oxide semiconductor) berfungsi sama yaitu mengubah cahaya menjadi elektron. Untuk mengetahui cara sensor bekerja kita harus mengetahui prinsip kerja sel surya. Anggap saja sensor yang digunakan di kamera digital seperti memiliki ribuan bahkan jutaan sel surya yang kecil dalam bentuk matrik dua dimensi. Masing-masing sell akan mentransform cahaya dari sebagian kecil gambar yang ditangkap menjadi elektron. Kedua sensor tersebut melakukan pekerjaan tersebut dengan berbagai macam teknologi yang ada.Langkah berikut adalah membaca nilai dari setiap sel di dalam gambar. Dalam kamera CCD, nilai tersebut dikirimkan ke dalam sebuah chip dan sebuah konverter analog ke digital mengubah setiap nilai piksel menjadi nilai digital. Dalam kamera CMOS, ada beberapa transistor dalam setiap piksel yang memperkuat dan memindahkan elektron dengan menggunakan kabel. Sensor CMOS lebih fleksibel karena membaca setiap piksel secara individual. Sensor CCD memerlukan proses pembuatan secara khusus untuk menciptakan kemampuan memindahkan elektron ke chip tanpa distorsi. Dalam arti kata sensor CCD menjadi lebih baik kualitasnya dalam ketajaman dan sensitivitas cahaya. Lain halnya, chip CMOS dibuat dengan cara yang lebih tradisional dengan cara yang sama untuk membuat mikroprosesor. Karena proses pembuatannya berbeda, ada beberapa perbedaan mendasar dari sensor CCD dan CMOS. Sensor CCD, seperti yang disebutkan di atas, kualitasnya tinggi, gambarnya low-noise. Sensor CMOS lebih besar kemungkinan untuk noise.
Sensitivitas CMOS lebih rendah karena setiap piksel terdapat beberapa transistor yang saling berdekatan. Banyak foto mengenai transistor dibandingkan diodafoto. Sensor CMOS menggunakan sumber daya listrik yang lebih kecil.
Sensor CCD menggunakan listrik yang lebih besar, kurang lebih 100 kali lebih besar dibandingkan sensor CMOS.
Chip CMOS dapat dipabrikasi dengan cara produksi mikroprosesor yang umum sehingga lebih murah dibandingkan sensorCCD. Sensor CCD telah diproduksi masal dalam jangka waktu yang lama sehingga lebih matang. Kualitasnya lebih tinggi dan lebih banyak pikselnya.Berdasarkan perbedaan tersebut, Anda dapat lihat bahwa sensor CCD lebih banyak digunakan di kamera yang fokus pada gambar yang high-quality dengan piksel yang besar dan sensitivitas cahaya yang baik. Sensor CMOS lebih ke kualitas dibawahnya, resolusi dan sensitivitas cahaya yang lebih rendah. Akan tetapi pada saat ini sensor CMOS telah berkembang hampir menyamai kemampuan sensor CCD. Kamera yang menggunakan sensor CMOS biasanya lebih murah dan umur baterenya lebih lama. Ukuran sensor CCD/CMOS, penting ngga sih?Z20 (1/2.5) pd iso rendah noise tetap tinggi, menurut gw loh dibanding S30 (1/1.8 ). ini perbedaan size ccd antara1/2.7dan1/1.8 Intinya sebenarnya antara prosumer dan DSLR menurut gw perbedaan yg membuatnya menjadi amat berbeda ada pada size sensor ccd dan diameter lensa, aperture. Semakin besar ccd semakin banyak cahaya yg ditangkap, semakin kecil noise yg ada. Semakin besar diameter lensa / aperture dan qualitas lensa semakin banyak cahaya yg ditangkap semakin baik juga gambar yg dihasilkan. ini perbedaan size ccd antara prosummer dan DSLR. Kamera Digital Semakin Banyak Pilihan PADA sebuah kesempatan, seorang rekan kerja sempat menyampaikan kebingungannya dalam memilih kamera digital. Kebingungan rekan saya bisa jadi sebagai gambaran calon pengguna kamera digital pada umumnya, terutama bagi pengguna pemula atau amatiran. Hal ini cukup beralasan mengingat beragam produk kamera digital dari beberapa pabrikan membanjiri pasar dengan beragam model dan fitur yang ditawarkan. Bukan hanya teknologi dan fitur yang serbacanggih yang coba ditawarkan ke pasar. Tetapi, juga model dan tampilan yang cukup menarik minat calon pembeli.Kondisi seperti ini sering membuat bingung calon konsumen--ya seperti rekan saya tadi-- dalam menentukan pilihannya. Bingung karena tak tahu produk mana yang sebenarnya paling cocok bagi dirinya. Tentu saja cocok dalam pengertian dua hal, cocok sesuai manfaat dan kebutuhan, serta cocok di kantong, alias harga terjangkau. Beragamnya produk kamera digital di pasar memang memberi keleluasaan bagi calon konsumen untuk memilih. Namun, jika pilihannya tak tepat, bisa jadi malah memunculkan rasa kecewa. Sekilas kamera digital Pada prinsipnya, tak ada perbedaan yang mencolok antara kamera digital dan kamera analog, karena teknologi dasar yang dikandungnya sebenarnya sederhana saja. Sebuah kamera analog menggunakan film seluloid dan memiliki tiga elemen dasar, yakni elemen optikal berupa berbagai ragam lensa, elemen kimia berupa film seluloidnya sendiri, dan elemen mekanik yang di dalamnya termasuk badan kamera itu sendiri. Elemen kimia pada kamera digital sekarang tergantikan menjadi elemen chip yang bisa berupa CCD (Charge Coupled Device) maupun CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang mengatur sensitivitas pencahayaan dan menjadi “film digital” pada kamera-kamera modern sekarang.

Baik sensor chip CCD dan CMOS sebenarnya mulai berkembang secara bersamaan. Kedua chip ini mengonversi cahaya menjadi elektron-elektron sehingga membentuk gambar-gambar digital. Perbedaan pokok di antara keduanya adalah CCD umumnya menghasilkan gambar berkualitas tinggi dan noise yang rendah. Sedangkan pada CMOS, noise yang dihasilkan pada gambar digital biasanya lebih banyak. Dari sisi konsumsi catu daya, sensor CMOS umumnya menggunakan tenaga baterai lebih sedikit, sedangkan pada CCD karena proses khusus yang dilakukan pada saat pengambilan gambar, mengonsumsi tenaga 100 kali lebih banyak dibandingkan sensor CMOS. Selain itu, biaya produksi untuk pembuatan chip CMOS lebih murah ketimbang CCD. Namun, bersamaan dengan perkembangan waktu, kedua sensor ini mulai berada pada sebuah tahapan yang setara dan bersaing sangat ketat.

Pengategorian
Kamera digital yang ada di pasaran dapat digolongkan dalam tiga kategori yaitu consumer, prosumer, dan profesional (DSLR). Walau demikian, terjadi kerancuan antara prosumer dan kamera jenis profesional (DSLR). Antara keduanya terjadi bias. Ini dimungkinkan karena kecanggihan teknologi kamera digital kelas prosumer makin mendekati kamera profesional (DSLR). Sebagai contoh pengadopsian menu yang umum dipakai kamera digital kelas consumer maupun prosumer kini digunakan pada kamera jenis profesional (DSLR), sehingga lebih mudah dalam pengoperasian (user-friendly). Seperti produk dari Nikon untuk kelas profesional (DSLR) yaitu D70s dan D50 mengadopsi menu (Digital Vari-Program modes) yang biasa digunakan kamera jenis consumer (pengguna biasa) maupun prosumer (pengguna semiprofesional). Demikian halnya dengan kamera jenis prosumer mengadopsi kecanggihan teknologi kamera jenis profesional (DSLR) melalui kualitas fotonya. Kamera kelas consumer maupun prosumer menggunakan sensor CCD/CMOS lebih kecil. Untuk dapat membedakan kamera kelas consumer/prosumer dengan kamera profesional (DSLR) yaitu dari ukuran sensornya. Kamera 1/1,8 sensor biasanya adalah kamera kelas consumer, seperti Olympus C-5060. Kamera yang menggunakan 2/3 sensor, seperti Sony F717, Nikon 5700. Sedangkan kamera kelas DSLR menggunakan sensor yang lebih besar, seperti Canon D60 menggunakan 4/3 format. Sampai saat ini ada dua kamera digital keluaran Canon yang mempunyai sensor sebesar 35 mm

Begitu banyak pilihan kamera digital sekarang ini. Manakah yang paling tepat untuk Anda? Apa artinya istilah-istilah yang terdapat pada product brochure, ataupun data spesifikasi yang tersedia pada situs produsen? Kami akan mencoba membantu Anda membuat pilihan yang tepat untuk memilih kamera digital.

Akhirnya, uang yang dialokasikan untuk membeli kamera digital sudah terkumpul. Tentunya Anda tidak ingin salah pilih dalam memilih kamera digital. Namun begitu banyak pilihan yang tersedia. Baik mulai produsen yang memproduksinya ataupun begitu beragamnya jenis kamera digital yang tersedia sekarang ini. Kamera digital memang sudah dapat dikatakan terjangkau sekarang ini. Bandingkan dengan harganya pada tahun tahun sebelumnya. Secara tidak langsung, penurunan harga untuk kamera digital juga disebabkan maraknya para produsen meluncurkan model-model terbarunya, dengan harga yang mulai terjangkau. Dari beragamnya jenis kamera digital, manakah yang tepat untuk Anda? Apa artinya istilah-istilah teknis yang terdapat pada product brochure ataupun data spesifikasi pada situs produsen yang bersangkutan? Apa keuntungan atau kegunaannya untuk sisi pengguna? Kami akan mencoba mengulasnya untuk Anda. Baik yang sedang mencari-cari kamera digital, pencinta fotografi, ataupun sekadar tambahan informasi dan bahan pertimbangan untuk para pemilik kamera konvensional 35 mm yang ingin beralih ke kamera digital. MegaPixel Bukanlah yang Utama Ada yang berpendapat bahwa makin besar MegaPixel (MP) yang dimiliki sebuah kamera digital akan menentukan makin baik tidaknya sebuah kamera digital. Pendapat ini memang tidak salah, namun tidak sepenuhnya tepat. Walupun hal inilah yang sering dijadikan kata kunci oleh para produsen, sekaligus terkadang menyesatkan calon konsumen. Kualitas dari sebuah kamera digital tidak hanya ditentukan dari resolusi gambar yang dapat dihasilkan. Masih ada lagi variabel lain yang menentukan kualitas kamera digital, seperti kualitas lensa dan sensor image yang digunakan. Di sini kami akan coba menjabarkan apa yang perlu diperhatikan dalam hal resolusi gambar yang dapat dihasilkan.

1.Sensor image yang digunakan.

Sebuah kamera digital compact dengan 3 MegaPixel sensor dengan kisaran harga mulai US$150. Sedangkan kamera digital yang lain dengan resolusi yang sama dijual dengan kisaran harga US$200. Kenapa bisa begitu berbeda jauh harganya untuk sebuah produk dengan spesifikasi yang relatif sama? Ternyata jika diperhatikan, produk pertama menggunakan CMOS sebagai sensor image-nya. Sedangkan produk kedua menggunakan CCD untuk sensor image yang digunakan. Apa bedanya antara kamera digital yang menggunakan sensor image CCD dan CMOS? Untuk hal ini dapat Anda lihat pada boks “CCD vs CMOS”.

2. Jumlah efective pixel-nya.

Sekalipun sebuah kamera digital memiliki jumlah sensor yang banyak (sampai jutaan MegaPixel), namun yang perlu lebih diperhatikan adalah jumlah sensor image yang efektif. Apa maksudnya? Sensor image pada kamera digital bertugas menangkap cahaya. Karena keterbatasan desain, maka jumlah sensor yang digunakan tidaklah sepenuhnya digunakan untuk menghasilkan gambar yang ditangkap. Sebabnya antara lain adalah pixel yang tidak menghasilkan gambar digunakan untuk pixel pembatas juga untuk penyesuaian white balance. Untuk itu, perlu diperhatikan jumlah pixel yang menghasilkan gambar, atau sering digunakan istilah efective pixel. Inilah jumlah pixel pada gambar yang akan dihasilkan oleh kamera digital. Untungnya, ada beberapa produsen yang mau mengakui jumlah pixel yang efektif.

3. Waspada dengan penggunaan teknik interpolasi.

Beberapa product brochure menjelaskan sebuah produk mampu menghasilkan gambar dengan resolusi mencapai 3 MegaPixel, dan ini dicetak dengan ukuran huruf yang besar lagi tebal. Padahal pada data spesifikasi yang dimiliki produk yang bersangkutan, produk ini hanya memiliki sensor image dengan jumlah pixel efektif sebesar 2 MegaPixel. Ini artinya sensor image yang dimiliki biasanya beresolusi 1600x1200 alias 1.920.000 pixel. Di sinilah calon pembeli wajib waspada. Atau Anda malah bingung? Dari mana sisa pixel yang lain dihasilkan? Di sinilah teknik interpolasi dilakukan. Ada proses komputasi tambahan untuk menambahkan selisih resolusi gambar yang dihasilkan. Proses ini biasanya dilakukan pada saat proses download gambar ke PC dengan menggunakan software interface yang disertakan. Atau bisa juga dilakukan oleh firmware kamera digital tersebut. Catatan: perlu ketelitian ekstra untuk menemukan hal-hal seperti ini. Biasanya pihak produsen cukup kreatif pada saat mencantumkan spesifikasi produknya. Jumlah resolusi yang mampu dihasilkan oleh sebuah kamera digital ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Jika kebutuhan Anda hanya untuk dikirim via e-mail, untuk mengisi web blog, ataupun jika dicetak tidak lebih dari ukuran 5x7 inci; sebuah kamera digital dengan 2 MegaPixel sebetulnya sudah memadai. Harga kamera untuk kebutuhan ini relatif murah, mulai dari kisaran harga US$100. Kamera di kelas ini biasanya berupa digital kamera point and shoot yang mudah dalam penggunaannya, meskipun kebanyakan menutup kemungkinan untuk bereksperimen. Kebanyakan berupa kamera pocket yang kecil dan mungil. Jika kebutuhan Anda lebih dari ini, seperti untuk kebutuhan cetak yang lebih besar atau detail gambar yang lebih baik disarankan untuk memilih mulai dari 3 MegaPixel ke atas. Image Quality Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, yang menentukan kualitas gambar sebuah kamera digital tidak hanya dari jumlah resolusi gambar yang dapat dihasilkan. Sekarang giliran kualitas gambar yang dapat dihasilkan. Untuk hal ini, akan ada banyak hal yang terkait. Namun perlu diakui, akan ada unsur selera yang sedikit banyak mempengaruhi pilihan pada sebuah kamera digital.

4. Jenis mekanisme fokus yang digunakan pada lensa.

Untuk yang satu ini, cukup banyak produsen yang sering menyembunyikan informasi berkenaan fokus yang digunakan. Kebanyakan kamera digital murah menggunakan fixed focus. Namun biasanya sang produsen hanya menyertakan informasi autofocus berkenaan dengan fokus ini. Apa sih arti fixed focus di sini? Ini berhubungan dengan kemampuan lensa yang digunakan. Untuk menekan harga pada kamera terjangkau, maka lensa yang digunakan pun terbatas. Sangat minim fungsi mekanis yang dapat dilakukan pada lensa dengan fixed focus untuk menyesuaikan jarak objek dengan kamera. Lensa ini hanya memberikan range jarak fokus yang dapat ditangkap dengan baik oleh lensa ini. Karena itu, kamera dengan fixed focus mempunyai keterbatasan untuk kualitas gambar yang dihasilkan. Sebagai catatan, kebanyakan kamera web juga kamera digital yang terintegrasi dengan ponsel menggunakan jenis lensa ini.

5. Kamera digital dengan sensor image CMOS, kenapa tidak?

Kamera digital yang menggunakan sensor image CMOS, kenapa tidak? Sekali lagi, sesuaikan dengan kebutuhan yang akan dimanfaatkan. Namun jika kualitas gambar menjadi poin yang sangat penting untuk Anda dalam memilih sebuah kamera digital, perhatikan baik-baik. Untuk kamera digital compact ataupun pocket dengan harga yang tidak lebih dari kisaran US$150, jangan berharap akan dapat menghasilkan gambar yang mengaggumkan. Di sini, teknologi CMOS pada sensor image digunakan dengan tujuan menekan ongkos produksi dan harga jual. Namun akan berbeda penggunaan sensor image CMOS untuk kelas kamera digital SLR yang ditujukan untuk pengguna profesional. Digabung dengan teknologi tambahan seperti katakanlah Foveon, CMOS akan menjadi sensor image yang ideal untuk kebutuhan ini.

6. Digital zoom, efek gak sih?

Kebanyakan kamera digital dilengkapi dengan kemampuan yang satu ini. Sebetulnya kemampuan digital zoom ini juga tergantung pada firmware yang digunakan produk bersangkutan. Untuk keterangan tambahan mengenai firmware, dapat dilihat pada boks “Update Firmware”. Dengan pembesaran ini, gambar yang dihasilkan biasanya mengalami penurunan kualitas, dibandingkan gambar yang dihasilkan tanpa menggunakan fasilitas digital zoom. Untuk itu, pengambilan gambar dengan memanfaatkan digital zoom sering dihindari. Dengan kata lain, tidak usah terlalu terpengaruh dengan kemampuan digital zoom yang ditawarkan dari sebuah produk kamera digital. Meskipun beberapa produsen (seperti Kodak dan Sony) memiliki kualitas hasil gambar yang lebih baik, dalam hal memanfaatkan digital zoom dibandingkan produk dari produsen lain. Ini disebabkan karena algoritma pembesaran yang dilakukan pada proses penyimpanan gambar yang digunakan oleh produk yang bersangkutan.

7. Faktor pengali zoom

Pada data teknis yang ditawarkan dalam spesifikasi sebuah kamera digital menawarkan 12x zoom. Padahal produk ini sendiri hanya memiliki kemampuan optical zoom sebesar 3x. Pihak produsen mengalikan kemampuan optical zoom dengan digital zoom. Kemampuan zoom total ini kadang dicantumkan dengan tulisan berukuran font yang cukup besar untuk menarik calon pembeli. Namun seperti yang sudah disampaikan, ada baiknya untuk lebih memusatkan perhatian pada kemampuan optical zoom. Karena pada praktiknya, kemampuan optical zoom-lah yang lebih diandalkan ketimbang digital zoom. Sedangkan penggunaan digital zoom hanyalah sebatas pada saat kemampuan optical zoom sudah tidak dapat melayani kebutuhan pengambilan gambar Anda.


8. Range macro Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya: siapa yang mau tahu seberapa dekat jarak minimal sebuah kamera dari objek saat mengambil gambar?

Kebanyakan produsen biasanya juga tidak mencantumkan informasi ini besar-besar, seperti untuk informasi kemampuan zoom ataupun resolusi gambar yang dapat dihasilkan. Informasi ini akan bermanfaat bagi calon pengguna kamera digital yang sering mengambil gambar close-up. Kemampuan lensa untuk fungsi makro ini cukup ragam. Kebanyakan kamera digital sudah memiliki kemampuan macro dengan jarak objek antara 10–50 cm. Namun, ada beberapa kamera yang menawarkan kemampuan macro sampai dengan jarak minimal 1 cm! Untuk nilai macro ini, pada dasarnya semakin kecil semakin baik. Meskipun tidak semua pengguna akan menggunakannya. Ataupun jika diperlukan, bukanlah sesuatu yang mutlak dan perlu digunakan terus menerus. Yang paling utama pada sebuah kamera digital adalah sensor image yang digunakan. Ditambah dengan algoritma yang digunakan, maka akan menjadi gambar yang dihasilkan dan akan kita gunakan. Tidak semua orang mempunyai selera yang sama, seperti soal white balance yang dihasilkan. Meskipun hal ini tidak masalah untuk beberapa kamera digital. Mereka kadang dilengkapi juga dengan preset white balance yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cara yang terbaik adalah dengan mencoba mencari hasil gambar yang dihasilkan kamera yang bersangkutan. Hal ini juga bisa dilakukan dengan melihat situs yang me-review kamera digital. Namun perlu diingat, kebanyakan gambar diambil di negara dengan musim subtropis. Ini akan berpengaruh untuk pengambilaan gambar outdoor. Atmosfer yang jauh berbeda dengan negara tropis seperti Indonesia akan menghasilkan warna yang berbeda. Hasil gambar yang dimiliki sebuah kamera digital, tidak semata-mata berdasarkan pada jenis sensor yang digunakan. Hal ini juga akan ditentukan oleh filter dan algoritma yang digunakan.Anda dapat menganalogikannya dengan pemilihan merk film dan tempat developer cuci cetak pada penggunaan kamera film 35 mm. Pada proses ini akan mempengaruhi hasil film yang dicuci dan hasil cetakan, meliputi warna dan pencahayaan gambar yang dihasilkan. Hal ini juga yang terjadi pada kamera digital. Perbedaannya, proses ini pada kamera digital ditentukan oleh sensor image dan algoritma yang dimiliki. Kelengkapan dan Aksesoris Kelengkapan paket penjualan juga mengambil peranan penting. Meskipun mungkin untuk hal yang ini tidak begitu Anda hiraukan, saat memperhatikan brosur ataupun melihat spesifikasi via Internet. Tapi bayangkan, begitu Anda membeli sebuah produk kamera digital namun tidak dilengkapi dengan memory untuk storage. Ataupun jika ada, yaitu berupa memory internal, namun di kemudian hari akan terasa kurang. Soal memory hanya salah satu contoh yang perlu diperhatikan. Apalagi yang perlu diperhatikan untuk paket penjualan kamera digital? Silakan melanjutkan pembahasan kami ini.

9. Terkadang salah pengertian: buffer memory Pengertian buffer memory pada kamera digital sebetulnya adalah RAM yang dialokasikan untuk menjadi memory sementara.

Gambar yang ditangkap sensor image CCD maupun CMOS disimpan untuk sementara sebelum kemudian diantrikan untuk ditulis pada flash memory sebagai media penyimpanan. Kamera yang memiliki kemampuan continuos shooting ataupun bracketing biasanya dilengkapi dengan buffer memory ini. Namun, ada beberapa produsen yang sedikit salah kaprah dengan istilah ini. Mereka mengistilahkan memory internal terintegrasi yang tersedia pada kamera digital sebegai buffer memory. Seandainya Anda tidak berniat melakukan pengambilan gambar continuos shoot ataupun bracketing, Anda tidak perlu bersusah payah untuk mencari informasi ini.

10. Memory internal,

perlu pertimbangan Jika Anda melihat spesifikasi produk kamera digital yang dilengkapi dengan memory internal, sebaiknya perlu diperhatikan. Apakah produk itu masih dilengkapi dengan slot expandable storage? Jika tidak, bersiaplah untuk menerima kamera digital Anda apa adanya. Apalagi masalah keterbatasan memory yang tersedia. Memory internal ini setidaknya akan berguna sampai Anda berniat meng-upgrade memory.
Hal ini juga berlaku untuk kamera digital yang menyertakan memory di dalam paket penjualannya. Biasanya jumlah memory yang disertakan tidak akan memuaskan kebutuhan para penggunanya, hanya pas-pasan. Jadi bersiaplah untuk membeli flash disk tambahan.

11. Data lampu blitz/flash

Kebanyakan kamera digital juga dilengkapi dengan lampu blitz atau juga dikenal dengan lampu flash. Apa maksudnya data ini: built-in flash, 5 modes, max. 3m. Data tersebut artinya produk yang bersangkutan dilengkapi dengan lampu blitz/flash yang terintegrasi. Dengan lima mode pilihan, seperti auto flash, fill in flash, slow synchro, ataupun red eye reduction. Jika Anda bermaksud lebih mengeksplorasi kamera Anda dan memerlukan lampu blitz tambahan, pastikan kamera Anda memungkinkan hal ini. Carilah kamera digital yang dilengkapi dengan flash-shoe untuk tempat eksternal flash. Jika Anda bukan pemain baru pada dunia fotografi ini dan sudah memiliki lampu blitz terlebih dahulu, ada baiknya mencari tahu apakah blitz Anda dapat terpasang dengan mudah di shoe yang tersedia, atau masih memerlukan adapter lagi? Mengetahui informasi seperti ini, akan membuat barang yang Anda miliki sebelumnya masih akan tetap berguna. Namun, biasanya hal ini akan berujung dengan fanatisme pada suatu merk.

12. USB2.0 pada kamera digital

USB2.0 memang menjanjkan kecepatan transfer yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan USB1.1 yang hanya terbatas pada 12 Mbit/s, dengan USB2.0 yang dapat menyampaikan data dengan kecepatan sampai 480 Mbit/s. Namun, kecepatan ini adalah kecepatan maksimal. Belum banyak kamera digital yang mampu memiliki transfer data secepat itu. Jika kecepatan transfer (atau kadang disebut proses download ataupun docking dari kamera digital) menjadi perhatian utama Anda ada baiknya tidak mengandalkan kecepatan transfer dari sebuah kamera digital. Jika Anda memiliki flash disk dengan ukuran besar, katakanlah sekitar 128 MB atau bahkan lebih, pertimbangkan untuk membeli sebuah card reader. Untuk card reader sendiri, carilah yang sudah mendukung USB2.0. Ini akan mempercepat proses transfer gambar Anda. Sekaligus menghemat baterai kamera digital Anda. Intinya, tidak perlu terlalu memilih kamera digital, mengacu pada kecepatan transfer USB-nya.

13. Baterai,

yang ini perlu mendapatkan perhatian Untuk sementara ini, baterai yang terbaik adalah baterai dengan lithium ion. Dibandingkan dengan dua pendahulunya, NiCad dan NiMh, dua baterai jenis ini memiliki kelemahan terutama pada memory effect. Memory effect atau yang dikenal juga dengan syndrom lazy battery effect adalah di mana baterai tidak dapat terisi sesuai dengan kapasitasnya. Biasanya ini terjadi jika proses pengisian/recharge dilakukan saat baterai belum benar-benar kosong/habis. Efek ini akan sangat terasa pada baterai NiCad. Sedangkan untuk baterai NiMh sudah mulai membaik, walaupun masih kalah dengan baterai lithium. Beberapa produsen menyertakan baterai rechargeable beserta charger-nya. Produsen Canon untuk beberapa produknya menyertakan baterai rechargeable lithium. Memang baterai yang diberikan cukup berkualitas. Satu-satunya kelemahan, hanya harga baterainya yang tidak murah ketika Anda memerlukan baterai tambahan ataupun pengganti. Perlu diperhatikan adalah tanggal produksi dari sebuah baterai lithium. Sebuah baterai lithium hanya dapat beroperasi normal kurang lebih selama 3-4 tahun dari tanggal pembuatannya. Produsen Nikon memberikan baterai rechargeable NiMh beserta charger-nya. Baterai jenis ini walaupun bukan yang terbaik, namun cukup mudah didapat dan terjangkau. Anda dapat membeli baterai tambahan/pengganti dengan kapasitas sesuai yang Anda perlukan. Jika produsen kamera digital tidak menyertakannya, tidaklah perlu bersedih. Biasanya jenis kamera digital ini, memerlukan baterai dengan ukuran AA. Anggap saja Anda diberikan kebebasan untuk memilih sendiri baterai sesuai kebutuhan. Catatan: untuk kebanyakan kamera digital memang masih memiliki masalah untuk hal catudaya ini. Kamera digital memang dirasakan relatif lebih boros baterai dibandingkan kamera konvensional. Ada baiknya Anda memiliki minimal dua set baterai untuk kamera digital Anda. Tujuannya agar tidak kehilangan momen yang tidak dapat ditunda menunggu baterai terisi penuh.Pengoperasian Kita memang selalu mengharapkan sebuah kamera digital dapat menghasilkan gambar sesuai dengan keinginan. Hal ini juga akan tergantung pada pengoperasiannya. Apakah kamera digital mudah digunakan? Bagaimana dengan menu yang tersedia? Apakah tersedia mode manual yang akan memungkinkan Anda untuk berkreasi dalam pengambilan gambar? Hal-hal ini akan dibahas mulai dari sini.

14. Kamera digital yang pelupa Tidak hanya manusia yang pelupa,

sebuah kamera digital juga bisa amnesia. Beberapa kamera digital mengalami hal ini setiap dimatikan. Bagi Anda yang mempunyai preferensi tertentu dalam mengambil gambar perlu memperhatikan hal ini. Misalnya, Anda punya kecenderungan untuk mengambil gambar dengan pencahayaan yang sedikit under. Atau Anda lebih senang dengan gambar background yang sedikit buram dibandingkan dengan objek, dan membutuhkan bukaan rana yang besar. Namun akan menyebalkan jika setiap saat menyalakan kamera, hal ini harus diset ulang. Untuk hal-hal semacam ini agak jarang tertera pada data spesifikasi ataupun product brochure. Cara yang paling mudah dan tepat untuk menghindari hal ini adalah mencobanya sebelum membeli. Atau minimal menanyakan pada orang yang memilki produk serupa. Produk dari produsen dan seri yang sekelas biasanya memiliki menu yang tidak jauh berbeda. Hal ini biasanya tetap tidak berlaku seandainya baterai dilepas dengan waktu yang cukup lama (misalnya lebih dari 1 hari) dari kamera digital. Kamera digital tetap membutuhkan catu daya untuk dapat menyimpan semua setting ini. 15. Kemudahan menu Bayangkan, jika untuk memilih mode makro tidak tersedia tombol yang bersangkutan. Anda terpaksa bersusah payah menekan beberapa tombol untuk mendapatkan fungsi yang Anda inginkan. Atau untuk menyesuaikan fungsi lampu flash perlu melalui menu yang berbelit-belit. Ini akan sangat menyebalkan pada operasional sehari-hari. Apalagi saat berada pada mode manual. Pengguna kamera konvensional 35 mm yang sudah terbiasa dengan kameranya akan mengalami kesulitan untuk hal-hal ini. Seperti saat menyesuaikan bukaan/aperture ataupun speed shutter. Apalagi saat mengoperasikan manual focus pada kebanyakan kamera digital.
Perlu penyesuaian untuk beberapa hal tersebut. Ketahuilah menu-menu yang akan Anda hadapi dengan kamera Anda nantinya.

16. Fungsi panorama

Fungsi yang satu ini tidak mutlak ada pada sebuah kamera digital. Namun tidak ada salahnya bukan jika dengan kamera digital yang Anda miliki dapat membuat gambar panorama. Proses pembuatan gambar panorama biasanya dengan mengambil gambar sekeliling secara berurutan. Baru kemudian digabungkan menjadi sebuah kesatuan gambar. Hal ini bisa dilakukan, baik pada kamera digital sendiri ataupun pada software yang tersedia.
Ada baiknya fungsi ini dapat dilihat langsung pada kamera digital. Jadi tidak perlu men-download gambar ke PC untuk kemudian baru diolah menjadi sebuah gambar panorama. Jika hal ini dilakukan di kamera digital, Anda dapat langsung melihat hasilnya sesaat setelah kamera selesai memproses.

Bukankah inilah kekuatan dari kamera digital, serba instan dan dapat langsung dilihat preview-nya?
Sayangnya informasi mengenai hal-hal ini jarang ditemukan pada product brochure. Anda perlu mencari informasi tambahan untuk hal-hal ini. Kesimpulan Untuk memilih sebuah kamera digital yang sesuai dengan kebutuhan dan benar-benar dapat memenuhi semua keinginan Anda, memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk sebuah produk yang harganya memang belum dapat dikatakan murah. Untuk itu, ada beberapa hal yang kami sarankan sebelum menentukan pilihan Anda:

1. Test drive ya... seperti juga mobil, hal ini juga dimungkinkan, sebelum Anda membeli kamera digital. Cukup banyak pihak distributor, ataupun toko sebagai retailer yang memperbolehkan calon konsumen untuk mencoba produk yang bersangkutan. Di sini Anda dapat secara langsung mencoba mengoperasikannya. Baik saat mengambil gambar, mengakses menu, dan sebagainya.

2. Saran dari rekan Jika tidak mendapatkan kesempatan untuk mencoba product demo, Anda bisa menanyakan pendapat dari rekan yang memiliki produk yang Anda inginkan. Hal ini cukup efektif. Lebih ideal lagi jika rekan Anda memiliki banyak kesamaan selera untuk sebuah produk kamera digital. Apalagi jika teman Anda memperbolehkan Anda untuk meminjam dan mencoba produk yang ingin Anda miliki.
3. Baca review Anda dapat mencoba membaca review. Baik itu yang ada pada media cetak, maupun internet. Bahkan beberapa ada yang juga menyediakan beberapa contoh hasil jepretan yang dapat dihasilkan produk bersangkutan. Hanya saja, perlu diingat sekali lagi perbedaan atmosfer pada negara asal tempat review dilakukan. Ini akan berpengaruh terutama untuk gambar outdoor yang dihasilkan.
4. Mengandalkan data teknis produk Anda dapat mencarinya pada situs produsen untuk informasi-informasi ini. Harapan kami, setelah membaca ulasan kami kali ini, Anda tidak akan terjebak dengan informasi-informasi yang dapat menyesatkan penilaian Anda. Tidak ada salahnya juga jika berpatokan pada pemain lama yang sudah berpengalaman memproduksi kamera sedemikian lama. Seperti antara lain nama-nama Canon, Fuji, Kodak, Nikon, dan Olympus. Setidaknya pengalaman mereka sebelumnya menjadi dasar desain produk mereka selanjutnya. Jika Anda bukanlah pemain baru di dunia fotografi, tentu sudah mengetahui sedikit banyak karakter yang dimiliki masing-masing produsen. Akhir kata, Kami mengucapkan selamat berburu kamera digital idaman Anda.

Serba Serbi Digital Camera Kenapa kamera ini dikatakan digital? Kamera biasa menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto ke dalam negative film dari cahaya yang ditangkap. Negative film ini merupakan media penyimpannya, dan sangat sensitif terhadap cahaya. Pada kamera digital penangkapan gambar menggunakan sensor CCD (ada juga yg menggunakan CMOS) yang kemudian hasilnya direkam dalam format digital ke dalam media simpan digital semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dsb. Karena hasil disimpan secara digital menjadikan hasil ini mudah di transfer ke pengolah digital semacam komputer, bahkan mengedit warna, ketajaman, kecerahan, dsb. secara mudah. CCD & Megapixel Kamera digital saat ini sudah memiliki sensor penangkap gambar (CCD/CMOS) lebih dari jutaan pixel. Semakinbanyak pixel yg bisa ditangkap akan semakin detail gambar yang dihasilkan. Untuk ukuran kartu pos, Anda cukup membeli kamera digital kelas 1M pixel. Kamera ini juga masih mencukupi untuk keperluan gambar diwebsite. Untuk gambar yang jauh lebih detail maka diperlukan CCD dengan kemampuan 2M pixel keatas. Untuk kelas profesional kini sudah tersedia kapasitas 5-6M pixel dengan hasil luar biasa!CCD vs CMOSSaat ini banyak kamera digital murah yang menggunakan sensor CMOS daripada CCD. Apa kelemahan dan kekurangan CMOS dibanding CCD? CMOS memiliki keunggulan dimana ongkos produksi murah sehingga harga kamera lebih terjangkau. Sedangkan CCD memiliki keunggulan dimana sensor lebih peka cahaya, jadi pada kondisi redup (sore/ malam) tanpa bantuan lampu kilat masih bisa mengkap obyek dengan baik, sedangkanpada CMOS sangat buram. Simpan Berulang Kali Kamera biasa hanya bisa menampung 36 foto, dan harus mengganti film dengan yang baru. Sedangkan kamera digital mampu menampung 24-48 gambar dalam 1 memory ukuran 8MB dan berlipat kapasitasnya untuk memory yang lebih besar. Sekali memory penuh, Anda bisa melakukan transfer ke komputer, dan memory siap diisi kembali tanpa mengeluarkan biaya apapun.Kapasitas Foto
Bagi pemakai awam, mungkin bertanya-tanya kenapa kapasitas kamera digital berbeda satu sama lain bahkan untuk kamera yang sama bisa memiliki kapasitas yang beragam. Hal ini karena kamera digital disimpan dalam bentuk file yang semakin tinggi resolusi gambar yang dihasilkan semakin besar file yg dihasilkan. Untuk memudahkan pemahaman, kita misalkan MS Word, semakin banyak tulisan dan sisipan gambar atau tabel semakin besar ukuran filenya. Demikian juga kamera digital, semakin tinggi resolusinya dan semakin kaya warna akan menjadikan file semakin besar ukurannya, oleh karena itu setiap obyek yang berbeda menghasilkan ukuran file yang beragam pula. Disisi lain media simpan yang dimiliki oleh kamera juga terbatas. Rata-rata disertai dengan media simpan 8MB atau 16MB, semakin tinggi semakin leluasa. Jadi tidak heran jika pada kamera digital beresolusi tinggi yang mahal daya simpannya malah terbatas, hal ini karena media simpan yang disertakan kurang mendukung. Web Camera
Beberapa kamera digital yang menggunakan sensor CMOS memiliki fitur unik, yaitu bisa sekaligus berfungsi sebagai kamera Web Cam yang dihubungkan dengan komputer. Fitur ini sering dimanfaatkan untuk videoconference melalui jaringan internet.Layar LCD atau Televisi Kamera digital yang baik selalu dilengkapi LCD display. Dengan layar kecil ini kita bisa melihat seperti apa bidikan kita ditangkap oleh sensor CCD yang merupakan hasil foto kita nantinya. Hal ini lebih akurat dibanding kamera biasa yang sering hasilnya jauh berbeda. Layar LCD juga bisa membantu kita melihat hasil foto sesaat setelahnya, jika kita tidak suka bisa kita hapus dan mengulanginya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.Selain dilihat melaui layar LCD, jika kurang jelas, kamera digital bisa langsung dihubungkan ke TV dan semua hasilnya akan ditampilkan satu persatu bergantian, dan semuanya ini tidak memerlukan alat tambahan apapun kecuali kabel video! Cetak Sesuka Anda Melalui software yang tersedia atau melalui software seperti Photoshop kita bisa melakukan perubahan mulai dari warna, ketajaman, kecerahan, dsb. Bagi yang kreatif bisa menambahkan tulisan, komentar, nomor dll. Bahkan bisa menggabungkan dari berbagai foto menjadi satu, yang diperlukan hanya kreatifitas Anda. Hasil karya Anda ini bisa dicetak ke printer berwarna atau printer khusus kamera digital dengan hasil cukup memuaskan, bahkan kini di kota besar sudah tersedia laboratorium cuci cetak khusus kamera digital. Transfer ke VCD Dengan menguasai sedikit software pembuat VCD dan menggunakan CD-RW maka Anda bisa menghasilkan album yang bisa dilihat melalui VCD Player yang bisa dinikmati bersama saat santai atau dikirimkan ke orang yang Anda sayangi sebagai kejutan!